VIVAnews - Kontroversi bola resmi Piala Dunia 2010, Jabulani terus bergulir. Kali ini giliran Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang ikut memberikan komentarnya mengenai Jabulani.
Seperti dilansir Goal, Kamis 8 Juli 2010, sejumlah pakar NASA's Ames Investigation Center memberikan analisa aerodinamika terhadap Jabulani. Hasilnya, Jabulani sulit diprediksi ketika bergerak dengan kecematan 44 mil per jam.
Para ilmuwan NASA ini menuding penyebabnya adalah bobot bola yang terlalu ringan. Jabulani, produksi Adidas khusus Piala Dunia 2010, beratnya hanya 440 gram. Bola dengan seberat itu, maka akan meluncur kurang konsisten akibat knuckle effect atau efek buku.
NASA juga yakin ketinggian dapat meningkatkan sifat tak terduga bola. Perlu diketahui, stadion di Afrika Selatan rata-rata berada di atas seribu meter di atas permukaan laut.
Craig Johnson, mantan striker Liverpool, yang kini menjadi pakar perangkat ilmiah sepakbola mengatakan memang ada kekeliruan terhadap Jabulani. Kekeliuran ini jauh lebih serius dibanding yang dibuat pada Piala Dunia sebelumnya.
Ia memperkirakan kurangnya gol dari tembakan bebas, banyaknya kesalahan passing yang dilakukan pemain, dan sulitnya pemain mengontrol bola, dan banyaknya tembakan ke arah gawang yang melenceng, dan menerpa mistar, disebabkan oleh Jabulani.
Tak hanya itu, beberapa pemain dan pelatih juga sebelumnya tak puas dengan performa Jabulani. Dan sepertinya, Jabulani masih akan menjadi topik utama sampai September 2010.
• VIVAnews
Jl. Sri Palas Kelurahan Rumbai Bukit Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru - Riau
Kamis, 08 Juli 2010
Tandukan Puyol Bawa Spanyol ke Final
VIVAnews - Spanyol akhirnya berhak melaju ke partai puncak Piala Dunia 2010 setelah sukses menaklukkan Jerman 1-0. Gol semata wayang Spanyol dicetak Carles Puyol di menit 73 memanfaatkan sepak pojok Xavi Hernandez.
Pada partai puncak yang akan digelar di Soccer City Johannesberg, Minggu 11 Juli 2010 nanti, Spanyol akan bersua Belanda. Ini menjadi duel dua negara yang belum pernah merasakan trofi paling prestisius ini.
Bertanding di Durban Stadium, Kamis 8 Juli 2010, Spanyol tampil dominan sejak menit-menit awal. Pertandingan baru berjalan enam menit, La Furia Roja langsung menebar ancaman lewat aksi David Villa. Sayang tembakan striker anyar Barcelona ini memanfaatkan umpan Pedro Rodriguez gagal membuahkan hasil.
Jerman sempat membalas lewat sepakan jarak jauh Piotr Trochowski pada menit 32. Namun usaha gelandang Der Panzer ini berhasil digagalkan kiper Iker Casillas dan hanya berbuah sepak pojok.
Bahkan, Jerman berpeluang unggul di akhir babak pertama andai usaha Mesut Ozil merangsek ke kotak penalti Spanyol tak dihentikan Sergio Ramos. Meski Ozil terlihat mendapat gangguan, namun wasit tak menilai sebagai sebuah pelanggaran. Skor kaca mata ini tak berubah hingga turun minum.
Pada awal babak kedua, dua kali tembakan jarak jauh gelandang Spanyol Xabi Alonso pada menit 50 dan 58' sempat mengejutkan pertahanan Der Panzer. Sayangnya dua peluang itu terbuang setelah bola hanya mampu menyamping dari gawang Manuel Neuer.
Jerman yang lebih mengandalkan serangan balik beberapa kali juga mengancam gawang La Furia Roja. Pada menit 69, pemain pengganti Toni Kroos berhasil menyambut umpan Lukas Podolski. Meski berdiri bebas di kotak penalti Spanyol, Kroos gagal menaklukkan Casillas.
Yang dinanti-nanti pendukung Spanyol akhirnya datang juga. Spanyol berhasil menjebol gawang Jerman pada menit 73 lewat tandukan Puyol. Berawal dari sepak pojok Xavi, bek Barcelona ini berhasil menjebol gawang Neuer.
Gol Puyol benar-benar membuat skuat Der Panzer panik. Terbukti, beberapa kali Spanyol menciptakan peluang. Pada menit 82, Spanyol berpeluang besar menambah gol andai Pedro mau berbagi pada Fernando Torres yang berdiri bebas di depan gawang Jerman.
Namun hingga pertandingan usai, skor 1-0 buat keunggulan Spanyol tak berubah. Spanyol melenggang ke final.
Susunan Pemain
Jerman: 1-Manuel Neuer; 3-Arne Friedrich, 17-Per Mertesacker, 20-Jerome Boateng (2-Marcell Jansen 52'), 16-Philipp Lahm, 7-Bastian Schweinsteiger, 6-Sami Khedira (23-Mario Gomez 80'), 8-Mesut Oezil, 10-Lukas Podolski, 15-Piotr Trochowski (18-Toni Kroos 61'), 11-Miroslav Klose
Spanyol: 1-Iker Casillas; 5-Carles Puyol, 3-Gerard Pique, 11-Joan Capdevila, 15-Sergio Ramos, 16-Sergio Busquets, 14-Xabi Alonso (4-Carlos Marchena 92'), 8-Xavi Hernandez, 6-Andres Iniesta, 7-David Villa (9-Fernando Torres 80'), 18-Pedro (21-David Silva 85')
• VIVAnews
Pada partai puncak yang akan digelar di Soccer City Johannesberg, Minggu 11 Juli 2010 nanti, Spanyol akan bersua Belanda. Ini menjadi duel dua negara yang belum pernah merasakan trofi paling prestisius ini.
Bertanding di Durban Stadium, Kamis 8 Juli 2010, Spanyol tampil dominan sejak menit-menit awal. Pertandingan baru berjalan enam menit, La Furia Roja langsung menebar ancaman lewat aksi David Villa. Sayang tembakan striker anyar Barcelona ini memanfaatkan umpan Pedro Rodriguez gagal membuahkan hasil.
Jerman sempat membalas lewat sepakan jarak jauh Piotr Trochowski pada menit 32. Namun usaha gelandang Der Panzer ini berhasil digagalkan kiper Iker Casillas dan hanya berbuah sepak pojok.
Bahkan, Jerman berpeluang unggul di akhir babak pertama andai usaha Mesut Ozil merangsek ke kotak penalti Spanyol tak dihentikan Sergio Ramos. Meski Ozil terlihat mendapat gangguan, namun wasit tak menilai sebagai sebuah pelanggaran. Skor kaca mata ini tak berubah hingga turun minum.
Pada awal babak kedua, dua kali tembakan jarak jauh gelandang Spanyol Xabi Alonso pada menit 50 dan 58' sempat mengejutkan pertahanan Der Panzer. Sayangnya dua peluang itu terbuang setelah bola hanya mampu menyamping dari gawang Manuel Neuer.
Jerman yang lebih mengandalkan serangan balik beberapa kali juga mengancam gawang La Furia Roja. Pada menit 69, pemain pengganti Toni Kroos berhasil menyambut umpan Lukas Podolski. Meski berdiri bebas di kotak penalti Spanyol, Kroos gagal menaklukkan Casillas.
Yang dinanti-nanti pendukung Spanyol akhirnya datang juga. Spanyol berhasil menjebol gawang Jerman pada menit 73 lewat tandukan Puyol. Berawal dari sepak pojok Xavi, bek Barcelona ini berhasil menjebol gawang Neuer.
Gol Puyol benar-benar membuat skuat Der Panzer panik. Terbukti, beberapa kali Spanyol menciptakan peluang. Pada menit 82, Spanyol berpeluang besar menambah gol andai Pedro mau berbagi pada Fernando Torres yang berdiri bebas di depan gawang Jerman.
Namun hingga pertandingan usai, skor 1-0 buat keunggulan Spanyol tak berubah. Spanyol melenggang ke final.
Susunan Pemain
Jerman: 1-Manuel Neuer; 3-Arne Friedrich, 17-Per Mertesacker, 20-Jerome Boateng (2-Marcell Jansen 52'), 16-Philipp Lahm, 7-Bastian Schweinsteiger, 6-Sami Khedira (23-Mario Gomez 80'), 8-Mesut Oezil, 10-Lukas Podolski, 15-Piotr Trochowski (18-Toni Kroos 61'), 11-Miroslav Klose
Spanyol: 1-Iker Casillas; 5-Carles Puyol, 3-Gerard Pique, 11-Joan Capdevila, 15-Sergio Ramos, 16-Sergio Busquets, 14-Xabi Alonso (4-Carlos Marchena 92'), 8-Xavi Hernandez, 6-Andres Iniesta, 7-David Villa (9-Fernando Torres 80'), 18-Pedro (21-David Silva 85')
• VIVAnews
SPESIAL: Sepuluh Pemain Kandidat Topskor Di Piala Dunia 2010
Mereka adalah bomber yang bisa mengancam gawang lawan di setiap pertandingan.
Gol akan selalu dinanti dalam setiap pergelaran akbar Piala Dunia. Dan biasanya, dari ratusan pemain yang berlaga, hanya ada satu atau dua, bahkan tiga pemain yang bisa mencetak gol dengan cukup konsisten dan rutin.
Ya, tingkat kesulitan yang lebih tinggi, di mana setiap pemain depan harus menghadapi penjaga gawang terbaik, pemain bertahan terbaik dan gelandang bertahan terbaik dari masing-masing negara yang ambil bagian di turnamen bergengsi itu membuat hanya sedikit pemain yang bisa mencetak gol secara kontinu.
Namun, bukan berarti hal ini akan membuat seret terjadinya gol. Pemain depan yang ada sekarang ini juga terkenal tajam dan tanpa ampun meski lawan yang harus dihadapi juga tangguh.
Akan tetapi, tetap, untuk bisa menjadi topskor, kontinuitas akan memegang peranan penting dan pemain yang bisa mempertahankan determinasi, ketajaman dan efektifitas di depan gawang akan menjadi yang terbaik.
Siapa di antara mereka yang bisa menjadi yang topskor? GOAL.com Indonesia mencoba untuk mengumpulkan sepuluh nama.
1. Lionel Messi (Argentina)
Kemampuannya di Barcelona sudah tak lagi terbantahkan. Bahkan di daftar ranking Castrol Index, Lionel Messi adalah pemain yang menempati peringkat teratas.
Hanya saja, kemampuan Messi di Argentina masih diragukan karena dia belum menemukan performa terbaiknya. Piala Dunia 2010 Afrika Selatan akan menjadi panggung baginya membuktikan jika dia bisa menunjukkan kapabilitas yang sama seperti di Barcelona meski karakter tim yang berbeda.
2. Wayne Rooney (Inggris)
Ekspektasi besar menggantung di pundak Rooney. Penampilan impresifnya musim lalu diharapkan bisa berlanjut dari level klub ke skuad Inggris, dan sepertinya Rooney mampu menjawab ekspektasi tersebut.
Bukan hanya dalam kondisi fisik yang fit, tapi juga memiliki passion dan determinasi yang tinggi untuk bisa membawa Inggris menjadi juara di tahun ini. Barisan gelandang juga memberikan dukungan penuh untuknya menjadi topskor.
3. Fernando Torres (Spanyol)
Masalah cedera sudah tak lagi menjadi hal yang merepotkan bagi striker Liverpool itu. Pasalnya dia sudah pulih dari masalah yang memaksanya absen dalam beberapa laga Liverpoool dan Spanyol.
Bahkan, saat melakoni laga ujicoba melawan Polandia, Torres yang baru berada di lapangan selama sepuluh menit sudah langsung menunjukkan ketajamannya dan mengantar Spanyol menang telak 6-0. Torres juga menunjukkan grafik yang cukup baik di Castrol Index, yang artinya determinasi dan efektifitasnya dalam bermain masih diakui.
4. Luis Fabiano (Brasil)
Baik di level klub mau pun timnas, Luis Fabiano sudah menunjukkan kualitasnya. Sevilla dan Brasil pun mereguk keuntungan dari hasil tersebut.
Di Piala Konfederasi 2009 misalnya, di mana Luis Fabiano sukses menjadi topskor. Bukan tidak mungkin pemain yang menempati peringkat kedelapan Castrol Index itu melanjutkan suksesnya menjadi topskor di Piala Dunia 2010, karena dia memenuhi semua syarat memiliki status tersebut dengan keampuhan tendangan dan sundulannya.
5. David Villa (Spanyol)
David Villa diposisikan sedikit ke belakang di skuad Spanyol sekarang ini. Dia mendapat peran sebagai penyerang lubang. Namun bukan berarti posisi barunya itu memengaruhi ketajamannya di depan gawang.
Gol demi gol di setiap pertandingan kerap datang dari kaki dan kepalanya untuk Spanyol, seperti yang sudah ditunjukkannya bersama Valencia musim lalu, sebelum menerima pinangan Barcelona. Dan torehan ini diprediksi masih akan berlanjut mengingat David Villa sudah menyatu dengan tim dan skema permainan Spanyol. Dia juga dalam kondisi on fire. Kurang apa lagi?
6. Antonio Di Natale (Italia)
Pemain Udinese itu menjadi andalan di sektor depan Italia. Dengan statusnya sebagai penyerang lubang, tak sulit bagi Di Natale menjebol gawang lawan.
Hal ini sudah dibuktikannya di level klub, di mana dia masuk dalam daftar pencetak gol terbanyak di Serie A Italia musim lalu. Posisinya di Castrol Index juga menunjukkan grafik menanjak. Di Natale kini menempati pos 27 dari sebelumnya 43 di bulan lalu.
7. Luis Suarez (Uruguay)
Pencinta Eredivisie Belanda pasti tahu betul pemain ini, karena di musim lalu dia mencetak 34 gol untuk Ajax Amsterdam, yang menjadikannya topskor.
Penampilan apik itu juga dibawanya saat dipercaya menjadi pendamping Diego Forlan di lini depan Uruguay. Keduanya kini menjadi salah satu duet terbaik di Amerika Latin. Patut ditunggu apakah Luis Suarez bisa menunjukkan kualitasnya di turnamen internasional pertamanya ini.
8. Robin Van Persie (Belanda)
Pemain ini terkenal ulet di depan gawang lawan. Dia juga memiliki kemampuan yang bagus dalam mengolah bola dan mengeksekusi bola mati dengan kaki kirinya.
Perannya di skuad Belanda sama pentingnya dengan di Arsenal, klub yang dibelanya. Van Persie menjadi andalan dalam urusan menjebol gawang lawan, meski karakternya bukanlah target man. Tapi hal itu tidak membuatnya kesulitan dalam urusan melesakkan bola ke gawang. Van Persie memiliki potensi sebagai topskor.
9. Miroslav Klose (Jerman)
Merupakan pemain spesialis turnamen internasional. Di level klub memang penampilannya tak mencolok, namun beda urusannya ketika berlaga di kancah internasional.
Di ajang sebelumnya, baik Piala Dunia mau pun Piala Eropa, Klose selalu mampu menunjukkan kapabilitasnya sebagai striker berkualitas. Namanya hampir selalu muncul di daftar topskor teratas. Tak salah jika kemudian menjagokan pemain ini untuk kembali bersinar di Piala Dunia 2010, seperti yang diyakini pelatih Joachim Low.
10. ..... (.....)
Gol akan selalu dinanti dalam setiap pergelaran akbar Piala Dunia. Dan biasanya, dari ratusan pemain yang berlaga, hanya ada satu atau dua, bahkan tiga pemain yang bisa mencetak gol dengan cukup konsisten dan rutin.
Ya, tingkat kesulitan yang lebih tinggi, di mana setiap pemain depan harus menghadapi penjaga gawang terbaik, pemain bertahan terbaik dan gelandang bertahan terbaik dari masing-masing negara yang ambil bagian di turnamen bergengsi itu membuat hanya sedikit pemain yang bisa mencetak gol secara kontinu.
Namun, bukan berarti hal ini akan membuat seret terjadinya gol. Pemain depan yang ada sekarang ini juga terkenal tajam dan tanpa ampun meski lawan yang harus dihadapi juga tangguh.
Akan tetapi, tetap, untuk bisa menjadi topskor, kontinuitas akan memegang peranan penting dan pemain yang bisa mempertahankan determinasi, ketajaman dan efektifitas di depan gawang akan menjadi yang terbaik.
Siapa di antara mereka yang bisa menjadi yang topskor? GOAL.com Indonesia mencoba untuk mengumpulkan sepuluh nama.
1. Lionel Messi (Argentina)
Kemampuannya di Barcelona sudah tak lagi terbantahkan. Bahkan di daftar ranking Castrol Index, Lionel Messi adalah pemain yang menempati peringkat teratas.
Hanya saja, kemampuan Messi di Argentina masih diragukan karena dia belum menemukan performa terbaiknya. Piala Dunia 2010 Afrika Selatan akan menjadi panggung baginya membuktikan jika dia bisa menunjukkan kapabilitas yang sama seperti di Barcelona meski karakter tim yang berbeda.
2. Wayne Rooney (Inggris)
Ekspektasi besar menggantung di pundak Rooney. Penampilan impresifnya musim lalu diharapkan bisa berlanjut dari level klub ke skuad Inggris, dan sepertinya Rooney mampu menjawab ekspektasi tersebut.
Bukan hanya dalam kondisi fisik yang fit, tapi juga memiliki passion dan determinasi yang tinggi untuk bisa membawa Inggris menjadi juara di tahun ini. Barisan gelandang juga memberikan dukungan penuh untuknya menjadi topskor.
3. Fernando Torres (Spanyol)
Masalah cedera sudah tak lagi menjadi hal yang merepotkan bagi striker Liverpool itu. Pasalnya dia sudah pulih dari masalah yang memaksanya absen dalam beberapa laga Liverpoool dan Spanyol.
Bahkan, saat melakoni laga ujicoba melawan Polandia, Torres yang baru berada di lapangan selama sepuluh menit sudah langsung menunjukkan ketajamannya dan mengantar Spanyol menang telak 6-0. Torres juga menunjukkan grafik yang cukup baik di Castrol Index, yang artinya determinasi dan efektifitasnya dalam bermain masih diakui.
4. Luis Fabiano (Brasil)
Baik di level klub mau pun timnas, Luis Fabiano sudah menunjukkan kualitasnya. Sevilla dan Brasil pun mereguk keuntungan dari hasil tersebut.
Di Piala Konfederasi 2009 misalnya, di mana Luis Fabiano sukses menjadi topskor. Bukan tidak mungkin pemain yang menempati peringkat kedelapan Castrol Index itu melanjutkan suksesnya menjadi topskor di Piala Dunia 2010, karena dia memenuhi semua syarat memiliki status tersebut dengan keampuhan tendangan dan sundulannya.
5. David Villa (Spanyol)
David Villa diposisikan sedikit ke belakang di skuad Spanyol sekarang ini. Dia mendapat peran sebagai penyerang lubang. Namun bukan berarti posisi barunya itu memengaruhi ketajamannya di depan gawang.
Gol demi gol di setiap pertandingan kerap datang dari kaki dan kepalanya untuk Spanyol, seperti yang sudah ditunjukkannya bersama Valencia musim lalu, sebelum menerima pinangan Barcelona. Dan torehan ini diprediksi masih akan berlanjut mengingat David Villa sudah menyatu dengan tim dan skema permainan Spanyol. Dia juga dalam kondisi on fire. Kurang apa lagi?
6. Antonio Di Natale (Italia)
Pemain Udinese itu menjadi andalan di sektor depan Italia. Dengan statusnya sebagai penyerang lubang, tak sulit bagi Di Natale menjebol gawang lawan.
Hal ini sudah dibuktikannya di level klub, di mana dia masuk dalam daftar pencetak gol terbanyak di Serie A Italia musim lalu. Posisinya di Castrol Index juga menunjukkan grafik menanjak. Di Natale kini menempati pos 27 dari sebelumnya 43 di bulan lalu.
7. Luis Suarez (Uruguay)
Pencinta Eredivisie Belanda pasti tahu betul pemain ini, karena di musim lalu dia mencetak 34 gol untuk Ajax Amsterdam, yang menjadikannya topskor.
Penampilan apik itu juga dibawanya saat dipercaya menjadi pendamping Diego Forlan di lini depan Uruguay. Keduanya kini menjadi salah satu duet terbaik di Amerika Latin. Patut ditunggu apakah Luis Suarez bisa menunjukkan kualitasnya di turnamen internasional pertamanya ini.
8. Robin Van Persie (Belanda)
Pemain ini terkenal ulet di depan gawang lawan. Dia juga memiliki kemampuan yang bagus dalam mengolah bola dan mengeksekusi bola mati dengan kaki kirinya.
Perannya di skuad Belanda sama pentingnya dengan di Arsenal, klub yang dibelanya. Van Persie menjadi andalan dalam urusan menjebol gawang lawan, meski karakternya bukanlah target man. Tapi hal itu tidak membuatnya kesulitan dalam urusan melesakkan bola ke gawang. Van Persie memiliki potensi sebagai topskor.
9. Miroslav Klose (Jerman)
Merupakan pemain spesialis turnamen internasional. Di level klub memang penampilannya tak mencolok, namun beda urusannya ketika berlaga di kancah internasional.
Di ajang sebelumnya, baik Piala Dunia mau pun Piala Eropa, Klose selalu mampu menunjukkan kapabilitasnya sebagai striker berkualitas. Namanya hampir selalu muncul di daftar topskor teratas. Tak salah jika kemudian menjagokan pemain ini untuk kembali bersinar di Piala Dunia 2010, seperti yang diyakini pelatih Joachim Low.
10. ..... (.....)
Puyol Loloskan Spanyol Ke Final
Spanyol memetik kemenangan minimalis atas Jerman untuk bisa merebut tiket ke final Piala Dunia 2010.
Spanyol akhirnya memastikan diri menjadi finalis Piala Dunia 2010 setelah menundukkan Jerman 1-0 di Moses Mabhida Stadium, Durban, Kamis (8/7) dinihari WIB.
Adalah Carles Puyol yang memastikan keunggulan Spanyol di pertandingan ini dengan golnya di menit 73.
Dengan hasil ini, Spanyol akan bersua Belanda yang terlebih dulu lolos ke laga puncak Piala Dunia 2010 setelah menundukkan Uruguay 3-2 di semi-final kemarin.
Jalannya Pertandingan
Spanyol membuat gebrakan pertama di menit keenam sebelum digagalkan Manuel Neuer. Sementara sundulan kepala Carles Puyol di menit ke-13 masih di atas mistar gawang Jerman.
Di menit 15, Mesut Ozil mencoba peruntungannya yang tak membuahkan hasil. Sedangkan usaha Piotr Trochowski lewat tendangan keras mendatar di menit 32 juga belum tepat menemui sasaran.
Di masa injury time babak pertama, Pedro mendapat kesempatan lewat tendangan dari dalam kotak penalti, namun bisa digagalkan Neuer.
Di paruh kedua, Spanyol masih memainkan sepakbola gaya ball possesion mereka. Sejumlah peluang pun didapat pasukan Del Bosque.
Xabi Alonso misalnya, yang melepas tendangan dari luar kotak penalti di menit 50, namun masih sedikit melebar dari gawang. Sepakan David Villa delapan menit berselang juga masih menyamping dari mistar gawang Jerman.
Lukas Podolski membuat selingan di menit 61 dengan menyambut umpan silang Marcell Jansen, namun tidak tepat sasaran. Peluang terbuka didapat Toni Kroos di menit 69. Mendapat umpan silang Ozil, dia melepas tendangan voli namun masih bisa diblok Iker Casillas.
Di menit 73, kebuntuan akhirnya pecah. Adalah Carles Puyol yang menjebol gawang Neuer dengan menyambut bola kirima Xavi dari sepak pojok dengan sundulan kerasnya. 1-0 untuk Spanyol.
Jerman pun berusaha balik menekan. Namun upaya pasukan Joachim Low tak juga membuahkan hasi.
Sementara Spanyol yang memiliki peluang lewat aksi individu Pedro dan Fernando Torres, yang menggantikan David Villa di pertengahan babak kedua, berakhir tanpa hasil.
Memasuki masa injury time, Spanyol meminimalkan kesempatan untuk membuat Jerman mendapatkan bola. Hingga berakhirnya masa injury time, Spanyol berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 dan melangkah ke final untuk menghadapi Belanda di Soccer City Stadium, Johannesburg di akhir pekan.
Susunan Pemain:
Jerman: Neuer, Lahm, Mertesacker, Friedrich, Boateng (Jansen 52), Khedira (Mario Gomez 81), Schweinsteiger, Trochowski (Kroos 62). Ozil, Podolski, Klose
Spanyol: Casillas, Sergio Ramos, Pique, Puyol, Capdevilla, Busquets, Alonso (Marchena 90), Iniesta, Xavi, Pedro (David Silva 86), David Villa (Torres 81).
http://www.goal.com/id-ID/match/43237/jerman-vs-spanyol/report
Spanyol akhirnya memastikan diri menjadi finalis Piala Dunia 2010 setelah menundukkan Jerman 1-0 di Moses Mabhida Stadium, Durban, Kamis (8/7) dinihari WIB.
Adalah Carles Puyol yang memastikan keunggulan Spanyol di pertandingan ini dengan golnya di menit 73.
Dengan hasil ini, Spanyol akan bersua Belanda yang terlebih dulu lolos ke laga puncak Piala Dunia 2010 setelah menundukkan Uruguay 3-2 di semi-final kemarin.
Jalannya Pertandingan
Spanyol membuat gebrakan pertama di menit keenam sebelum digagalkan Manuel Neuer. Sementara sundulan kepala Carles Puyol di menit ke-13 masih di atas mistar gawang Jerman.
Di menit 15, Mesut Ozil mencoba peruntungannya yang tak membuahkan hasil. Sedangkan usaha Piotr Trochowski lewat tendangan keras mendatar di menit 32 juga belum tepat menemui sasaran.
Di masa injury time babak pertama, Pedro mendapat kesempatan lewat tendangan dari dalam kotak penalti, namun bisa digagalkan Neuer.
Di paruh kedua, Spanyol masih memainkan sepakbola gaya ball possesion mereka. Sejumlah peluang pun didapat pasukan Del Bosque.
Xabi Alonso misalnya, yang melepas tendangan dari luar kotak penalti di menit 50, namun masih sedikit melebar dari gawang. Sepakan David Villa delapan menit berselang juga masih menyamping dari mistar gawang Jerman.
Lukas Podolski membuat selingan di menit 61 dengan menyambut umpan silang Marcell Jansen, namun tidak tepat sasaran. Peluang terbuka didapat Toni Kroos di menit 69. Mendapat umpan silang Ozil, dia melepas tendangan voli namun masih bisa diblok Iker Casillas.
Di menit 73, kebuntuan akhirnya pecah. Adalah Carles Puyol yang menjebol gawang Neuer dengan menyambut bola kirima Xavi dari sepak pojok dengan sundulan kerasnya. 1-0 untuk Spanyol.
Jerman pun berusaha balik menekan. Namun upaya pasukan Joachim Low tak juga membuahkan hasi.
Sementara Spanyol yang memiliki peluang lewat aksi individu Pedro dan Fernando Torres, yang menggantikan David Villa di pertengahan babak kedua, berakhir tanpa hasil.
Memasuki masa injury time, Spanyol meminimalkan kesempatan untuk membuat Jerman mendapatkan bola. Hingga berakhirnya masa injury time, Spanyol berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 dan melangkah ke final untuk menghadapi Belanda di Soccer City Stadium, Johannesburg di akhir pekan.
Susunan Pemain:
Jerman: Neuer, Lahm, Mertesacker, Friedrich, Boateng (Jansen 52), Khedira (Mario Gomez 81), Schweinsteiger, Trochowski (Kroos 62). Ozil, Podolski, Klose
Spanyol: Casillas, Sergio Ramos, Pique, Puyol, Capdevilla, Busquets, Alonso (Marchena 90), Iniesta, Xavi, Pedro (David Silva 86), David Villa (Torres 81).
http://www.goal.com/id-ID/match/43237/jerman-vs-spanyol/report
Rabu, 07 Juli 2010
Kalahkan Uruguay, Belanda Ke Final
Penantian panjang Belanda untuk tampil ke final Piala Dunia akhirnya terentaskan. Tiket ke laga puncak turnamen empat tahunan ini diraih setelah tim Oranje mengalahkan Uruguay 3-2 di Stadion Cape Town, Cape Town, Rabu (7/7) dinihari WIB.
Kemenangan Belanda ditentukan melalui gol yang dicetak oleh Giovanni Van Bronckhorst pada babak pertama serta Wesley Sniejder dan Arjen Robben lepas jeda istirahat. Sementara Uruguay mendapatkan kedua golnya lewat Diego Forlan dan Maxi Pereira.
Buat Belanda, penampilan di final Piala Dunia ini merupakan kali ketiga. Penampilan terakhir mereka terjadi pada Piala Dunia 1978. Di final nanti, Belanda tinggal menanti pemenang pertanidngan antara Spanyol dan Jerman yang baru akan melangsungkan pertandingannya dinihari esok.
Dalam laga sarat gengsi ini, kedua tim sejak awal langsung memperlihatkan usahanya untuk saling merebut kemenangan. Tapi peluang lebih awal didapat oleh skuad Oranje. Kesempatan itu didapat oleh Dirk Kyut saat pertandingan baru berjalan empat menit. Bola yang ditepis kiper Uruguay Fernando Muslera ternyata disambutnya dengan tendangan voli yang masih melambung ke atas mistar gawang Le Celeste.
Setelah itu Belanda beberapa kali membombardir pertahanan Uruguay. Namun butuh waktu hingga 18 menit untuk bisa meraih gol. Adalah kapten Belanda Giovanni Van Bronckhorst yang mampu menggetarkan gawang Uruguay.
Bek Belanda ini membuat para pendukungnya bersorak gembira setelah tendangan yang dilepaskannya dari jarak sekitar 27 meter tidak bisa diantisipasi dengan baik oleh Muslera.
Setelah memimpin, para pemain Belanda tetap berusaha mempertahankan tekanannya ke wilayah pertahanan Uruguay.
Tapi wakil dari Amerika Latin mampu keluar dari tekanan yang diberikan para pemain Belanda. Empat menit jelang berakhirnya waktu normal, Uruguay berhasil menyeimbangkan skor menjadi 1-1.
Gol Uruguay ini disumbangkan oleh Forlan. Striker Atletico Madrid ini juga melepaskan tendangan dari luar areal kotak penalti lawan. Setelah imbang, permainan menjadi lebih ketat. Kedua tim terus berusaha saling menyerang.
Memasuki injury time babak pertama, Kuyt kembalilagi memperoleh peluang. Sayang, sundulan pemain berambut pirang ini masih terlalu melebar dari mulut gawang Uruguay.
Lepas dari jeda turun minum, pelatih Belanda Bert van Marwijk membuat perubahan. Rafael Van der Vaart masuk menggantikan Demy de Zeeuw.
Pada babak ini, kedua tim kembali lagi memperlihatkan permainan terbuka. Di menit ke-51, Uruguay sempat memperoleh kesempatan. Tapi Cavani masih belum bisa menuntaskan peluang tersebut.
Menit ke-67 tendangan bebas Forlan yang mengarah langsung ke gawang Belanda juga masih bisa dihalau dengan baik oleh kiper Stekelenburg.
Selang semenit kemudian giliran Belanda yang mengancam. Kali ini giliran Robben yang membuang kesempatannya ketika memperoleh bola muntah hasil tendangan van der Vaart yang ditepis oleh Muslera.
Tetapi usaha berkali-kali dari para pemain Belanda itu akhirnya bisa juga membuahkan hasil. Menit ke-70, gawang Uruguay bergetar kembali melalui gol yang dicetak Sneijder.
Gol ini membawa Sneijder bersanding di posisi puncak pencetak gol tersubur bersama dengan David Villa dari Spanyol. Keduanya kini sama-sama mengoleksi lima gol.
Usai gol Sneijder, giliran Robben yang membuat para pemain Uruguay frustrasi. Umpan silang dari Kuyt berhasil disambut dengan sundulan oleh pemain Bayern Munich ini. Belanda unggul 3-1.
Lantas sebelum laga berakhir, Uruguay sempat memperkecil defisit golnya lewat aksi Pereira. Meski berupaya keras untuk bisa menyamakan skor, tetapi peluit panjang wasit lebih dulu mengakhiri pertandingan.
Susunan Pemain:
Uruguay
Muslera - M. Pereira, Godin, Victorino, Caceres - Perez, Gargano, Arevalo Rios, A. Pereira (Abreu '78) - Cavani, Forlan (Fernandez '84)
Belanda
Stekelenburg - Boulahrouz, Heitinga, Mathijsen, Van Bronckhorst - Van Bommel, De Zeeuw (Van der Vaart '46) - Robben (Elia '90), Sneijder, Kuyt - Van Persie
Kemenangan Belanda ditentukan melalui gol yang dicetak oleh Giovanni Van Bronckhorst pada babak pertama serta Wesley Sniejder dan Arjen Robben lepas jeda istirahat. Sementara Uruguay mendapatkan kedua golnya lewat Diego Forlan dan Maxi Pereira.
Buat Belanda, penampilan di final Piala Dunia ini merupakan kali ketiga. Penampilan terakhir mereka terjadi pada Piala Dunia 1978. Di final nanti, Belanda tinggal menanti pemenang pertanidngan antara Spanyol dan Jerman yang baru akan melangsungkan pertandingannya dinihari esok.
Dalam laga sarat gengsi ini, kedua tim sejak awal langsung memperlihatkan usahanya untuk saling merebut kemenangan. Tapi peluang lebih awal didapat oleh skuad Oranje. Kesempatan itu didapat oleh Dirk Kyut saat pertandingan baru berjalan empat menit. Bola yang ditepis kiper Uruguay Fernando Muslera ternyata disambutnya dengan tendangan voli yang masih melambung ke atas mistar gawang Le Celeste.
Setelah itu Belanda beberapa kali membombardir pertahanan Uruguay. Namun butuh waktu hingga 18 menit untuk bisa meraih gol. Adalah kapten Belanda Giovanni Van Bronckhorst yang mampu menggetarkan gawang Uruguay.
Bek Belanda ini membuat para pendukungnya bersorak gembira setelah tendangan yang dilepaskannya dari jarak sekitar 27 meter tidak bisa diantisipasi dengan baik oleh Muslera.
Setelah memimpin, para pemain Belanda tetap berusaha mempertahankan tekanannya ke wilayah pertahanan Uruguay.
Tapi wakil dari Amerika Latin mampu keluar dari tekanan yang diberikan para pemain Belanda. Empat menit jelang berakhirnya waktu normal, Uruguay berhasil menyeimbangkan skor menjadi 1-1.
Gol Uruguay ini disumbangkan oleh Forlan. Striker Atletico Madrid ini juga melepaskan tendangan dari luar areal kotak penalti lawan. Setelah imbang, permainan menjadi lebih ketat. Kedua tim terus berusaha saling menyerang.
Memasuki injury time babak pertama, Kuyt kembalilagi memperoleh peluang. Sayang, sundulan pemain berambut pirang ini masih terlalu melebar dari mulut gawang Uruguay.
Lepas dari jeda turun minum, pelatih Belanda Bert van Marwijk membuat perubahan. Rafael Van der Vaart masuk menggantikan Demy de Zeeuw.
Pada babak ini, kedua tim kembali lagi memperlihatkan permainan terbuka. Di menit ke-51, Uruguay sempat memperoleh kesempatan. Tapi Cavani masih belum bisa menuntaskan peluang tersebut.
Menit ke-67 tendangan bebas Forlan yang mengarah langsung ke gawang Belanda juga masih bisa dihalau dengan baik oleh kiper Stekelenburg.
Selang semenit kemudian giliran Belanda yang mengancam. Kali ini giliran Robben yang membuang kesempatannya ketika memperoleh bola muntah hasil tendangan van der Vaart yang ditepis oleh Muslera.
Tetapi usaha berkali-kali dari para pemain Belanda itu akhirnya bisa juga membuahkan hasil. Menit ke-70, gawang Uruguay bergetar kembali melalui gol yang dicetak Sneijder.
Gol ini membawa Sneijder bersanding di posisi puncak pencetak gol tersubur bersama dengan David Villa dari Spanyol. Keduanya kini sama-sama mengoleksi lima gol.
Usai gol Sneijder, giliran Robben yang membuat para pemain Uruguay frustrasi. Umpan silang dari Kuyt berhasil disambut dengan sundulan oleh pemain Bayern Munich ini. Belanda unggul 3-1.
Lantas sebelum laga berakhir, Uruguay sempat memperkecil defisit golnya lewat aksi Pereira. Meski berupaya keras untuk bisa menyamakan skor, tetapi peluit panjang wasit lebih dulu mengakhiri pertandingan.
Susunan Pemain:
Uruguay
Muslera - M. Pereira, Godin, Victorino, Caceres - Perez, Gargano, Arevalo Rios, A. Pereira (Abreu '78) - Cavani, Forlan (Fernandez '84)
Belanda
Stekelenburg - Boulahrouz, Heitinga, Mathijsen, Van Bronckhorst - Van Bommel, De Zeeuw (Van der Vaart '46) - Robben (Elia '90), Sneijder, Kuyt - Van Persie
Langganan:
Komentar (Atom)