Rabu, 09 Juni 2010

Kapten Terbesar Argentina Sepanjang Masa



Menjadi kapten Argentina pada Piala Dunia 1978, Daniel Passarella, sukses membawa Tim Tango meraih gelar juara dunia. Padahal usianya baru 25 tahun. Gelar tersebut adalah gelar juara Piala Dunia pertama yang diraih Argentina.

Passarella lahir di Chacabuco, Argentina, pada 25 Mei 1953. Bermain di posisi centre back, Passarella merupakan salah satu yang terbaik di negaranya, bahkan, di dunia. Passarella dikenal sebagai pemain yang memiliki kemampuan memimpin yang mumpuni. Passarella seperti layaknya bek Amerika Latin, memiliki tackling keras, disiplin menjaga daerahnya, dan tidak segan-segan melakukan 'kecurangan', seperti menggunakan sikut untuk menghentikan penyerang lawan, yang kerap sukses mengelabui wasit. Namun, tidak seperti bek Amerika Latin lainnya, Passarella adalah pemain bertahan dengan catatan gol yang mengesankan.

Tercatat, selama 18 tahun bermain di level klub, Passarella mencetak 140 gol. Hal ini dikarenakan pemain yang pernah bermain di lima klub tersebut kerap membantu serangan. Ditambah, kemampuannya mengeksekusi tendangan bebas menjadi sebuah gol. Selain itu, kemampuan heading Passarella pun di atas rata-rata pemain bertahan. Padahal, tinggi badannya hanya 174 cm. Maka wajar saja, jika Passarella dianggap versi Amerika Latin dari bek legendaris Jerman, Franz Beckenbauer. Bahkan, keduanya memiliki julukan yang sama, yaitu 'El Kaiser' (Sang Kaisar).

Di level klub, Passarella merupakan legenda River Plate. Bersama klub yang bermarkas di Stadion El Monumental tersebut, Passarella mengawali karier sepak bolanya. Di klub itu pula, Passarella memilih mengakhiri kiprahnya di dunia sepak bola. Selama membela River Plate, Passarella berhasil mempersembahkan gelar juara Liga Argentina sebanyak empat kali. Pada kurun waktu 1982-1988, Passarella sempat mencoba peruntungannya di tanah Italia. Sayang, dua klub yang sempat dibelanya, Fiorentina dan Inter Milan, gagal dibawanya berprestasi bagus baik di kancah domestik maupun di level internasional.

Prestasi terbaik Passarella adalah ketika memimpin tim Argentina meraih juara pada Piala Dunia 1978. Dalam gelaran Piala Dunia yang digelar di Argentina tersebut, Passarella ditunjuk sbagai kapten oleh pelatih Argentina saat itu, Cesar Luis Menotti. Memang, bek yang telah bermain di 70 pertandingan bersama Albiceleste tersebut hanya mencetak sebuah gol selama penyelengaraan Piala Dunia kala itu. Namun, perannya di lini belakang Tim Tango tidak dapat dikesampingkan.

Bahkan, partai final Argentina '78 diselenggarakan di kandang River Plate, Stadion El Monumental, membuat Passarella seperti bermain di rumah sendiri. Saat itu, Argentina berduel dengan Belanda. Albiceleste menang atas Tim Orange 3-1. Publik Argentina pun bersorak lantaran ini adalah gelar juara dunia pertama untuk Argentina. Passarella pun menjadi pemain yang paling disoroti. Selain menjadi kapten tim nasional, Passarella juga baru menginjak uisia 25 tahun. Berdasarkan prestasi ini, Passarella pun mendapat julukan lagi sebagai 'El Gran Capitan' (Kapten Terbesar).

Akan tetapi, usaha Passarella mempertahankan gelar juara dunia di Piala Dunia 1982 menemui kegagalan. Gol dari tendangan bebasnya gagal membawa Argentina ke fase selanjutnya. Kala itu, Argentina berhadapan dengan Italia pada babak kedua Piala Dunia dan kalah 1-2. Italia sendiri maju hingga babak final dan berhasil menjadi juara Piala Dunia 1982 di Spanyol tersebut.

Piala Dunia terakhir Passarella adalah Piala Dunia 1986 di Meksiko. Namun, karena didera cedera, Passarella tidak tampil di sepanjang penyelenggaraan turnamen terakbar sepak bola dunia tersebut. Saat itu, Bek yang mengoleksi 70 gol untuk Albiceleste tersebut telah berumur 33 tahun. Beruntung, Argentina memiliki Diego Maradona. Albiceleste pun keluar sebagai juara dunia pada gelaran Piala Dunia 1986. Hasil ini membuat Passarella menjadi satu-satunya pemain Argentina yang mampu mempersembahkan dua gelar juara dunia untuk Argentina.

Passarella pun gantung sepatu pada 1989, saat berumur 36 tahun. Namun, kiprahnya di tim nasional Argentina tidak serta merta berhenti. Pada Piala Dunia 1998, Passarella menggantikan Alfio Basile sebagai pelatih kepala Tim Tango. Namun, kiprahnya sebagai pelatih tim nasional terhenti di babak perempat final Prancis '98. Ironisnya, anak asuh Passarella kalah dari lawan yang pernah dikalahkan Passarella, saat dirinya masih menjadi pemain, pada final Piala Dunia 1978, Belanda.

Kendati demikian, Passarella tetap dikenang sebagai kapten terebesar Argentina sepanjang masa. Dia juga mengantarkan negara asal Evita Peron tersebut menjadi salah satu kekuatan besar di dunia sepak bola saat ini.

http://www.bolanews.com/piala-dunia-2010/world-cup-legend/9510-Kapten-Terbesar-Argentina-Sepanjang-Masa.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar